JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan peristiwa politik yang terjadi pada awal pekan ini, Senin (20/10/2014), investor merepons positif pelatikan Jokowi menjadi Presiden RI ke-7. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, dan perdagangan cukup ramai pada hari ini.
Sebagaimana diketahui, IHSG melanjutkan penguatan dari akhir pekan lalu, menyusul sejumlah peristiwa yang menghapuskan kekhawatiran investor terhadap kondisi politik di Indonesia. Meski nilai transaksi tidak sebesar saat Jokowi-JK menang dalam versi quick count sehari setelah Pilpres, namun perdagangan hari ini lebih ramai ketimbang hari-hari biasa.
Pada pukul 16.00, IHSG ditutup menguat sebesar 11,58 poin atau 0,23 persen menjadi 5.040,53. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.101,21 pada sesi I perdagangan. Sebanyak 181 saham diperdagangkan menguat, 122 saham melemah dan 77 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,44 miliar lot saham senilai Rp 7,54 triliun.
Saham-saham yang memberikan turnover positif terbesar bagi pemegang saham hari ini adalah TLKM (Rp 2.845), BMRI (Rp 10.125), INTP (Rp 23.725), ITMG (Rp 20.000), dan MLPL (Rp 895). Sementara itu, saham-saham yang memberikan turnover negatif terbesar adalah LPKR (Rp 1.005), ADRO (Rp 960), UNVR (Rp 31.175), LSIP (Rp 1.780), dan PTPP (Rp 2.430).
Sektor saham yang menguat pada penutupan sore hari ini adalah industri dasar (0,66 persen), aneka industri (0,81 persen), properti (0,24 persen), infrastruktur (0,24 persen), keuangan (0,49 persen) dan perdagangan (1,5 persen).
Di sisi lain, sektor saham yang melemah adalah agribisnis (-1,01 persen), pertambangan (-0,23 persen), konsumer (-1,5 persen) dan manufaktur (-0,38 persen).
Dari pasar regional, bursa saham di kawasan Asia Pasifik menguat pada awal pekan ini, mengekor Wall Street yang ditutup menghijau pada akhir pekan lalu. Penguatan dipimpin oleh bursa Tokyo yang naik hampir 4 persen, tepatnya 3,98 persen di posisi 15.111,23 karena nilai tukar yen melemah terhadap dollar AS.
Investor pada hari ini melakukan aksi beli setelah pada pekan lalu pasar di Asia Pasifik mengalami jenuh jual. Namun demikian, pemodal juga masih mengkhawatirkan data perekonomian China yang akan dirilis.
Sementara itu bursa Shanghai menguat 0,66 persen atau 15,54 poin menjadi 2.356,73, dan bursa Hong Kong menguat 0,20 persen dan berakhir di 23.070,26.
Seiring dengan menguatnya bursa, nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dollar AS sebesar 0,64 persen, dan diperdagangkan di Rp 12.032 per dollar AS.
Kepemimpinan
Jokowi yang baru saja dimulai membuat para investor tertarik untuk menanamkan
sahamnya di bursa efek. Hal ini terjadi karena Jokowi dianggap akan memenangkan
pemilihan presiden sehingga memberikan kepastian bagi penanam modal. Selain itu
ia dianggap lebih berkomitmen dalam memperbaiki infrastruktur Indonesia yang
merupakan salah satu hal yang melemahkan iklim investasi Indonesia.
Bertemunya
Prabowo Subianto dengan Jokowi pada akhir pekan lalu dan bergabungnya PPP
dengan koalisi partai pendukung pemerintah, mengindikasikan pemerintahan
Jokowi-JK ke depan tidak terlalu menghadapi kesulitan politik. Ditambah,
pelaksanaan pelantikan yang berjalan lancar, menambah confidence
investor terhadap perkembangan politik di Tanah Air.
Setelah
ditelusuri, efek ini haya akan terjadi sesaat saja karena rupiah sebelumnya
sudah menguat dan Jokowi hanya menambah sentiment positif pasar.
Sektor
saham yang menguat diantaranya industri dasar, aneka industri, property,
infrastruktur, keuangan dan perdagangan menjadi tolok ukur bagi kesejahteraan
perekonomian pemerintahan Jokowi kedepannya.
No comments:
Post a Comment
isi yaaa ^^