Monday, June 3, 2013

Perekonomian Indonesia dalam Menghadapi Sistem Globalisasi Dunia


lndonesia merupakan bagian dari ekonomi dunia.Dampak Integrasi ekonomi itu makin terasa dalam kehidupan kita sehari-hari.
Posisi Kemajuan ekonomi Indonesia menurut Bank Dunia diantaranya sebagai berikut:
1.      Pendapatan per Kapita Indonesia kira-kira setengah dari Thailand, sepersebelas dari Amerika Serikat dan 12% lebih rendah dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.
2.      Kemajuan lndustrialisasi lebih baik dari negara berpenghasilan rendah dan menengah tetapi masih tertinggal dengan Thailand.
3.      Tingkat konsumsi listrik dengan penggunanaan teknologi belum baik

Dari pernyataan Bank Dunia tersebut sebenarya kita harus mengejar ketertinggalan, apalagi setelah krisis 1997 telah menghapus cita-cita yang telah tercapai. Untuk memperbaiki perekonomian agar retap terlibat dalam percaturan ekonomi Internasional. lndonesia periu memiliki peran lebih sebagai pemain produksi, perdagangan dan lalu lintas keuangan dunia.

A.  PROSES GLOBALISASI

Proses globalisasi rnerupakan proses menyatunya bagian-bagian perekonomian dunia merjadi sebuai jarirgan Dalarn ekonomi global, kepentingan sebuah negara dibuat sejalan dengan kepentingan dunia. Masyarakar Internasional harus saling menjaga agar tidak tercapai krisis, sehingga akan tumbuh kerjasama yang jujur dan inovatif.

Indonesia sebagai negara yang belum dapar berperan besar dalam ekonomi global harus mempunyai strategi yang jelas dan konsisten serta mampu bernegosiasi menggalang sebuah pertemanan dengan negara-negara Barat. Globalisasi bukan hal yang baru bagi negara yang berhasil memanfaatkan proses penyebaran tersebut, baik melalui perdagangan pengalihan teknologi maupun tenaga kerja.

Indonesia harus mernpersiapkan institusi-institusi ekonomi sebagai agenda dan strategi pendukung mekanisme pasar yaitu sebagai berikut:


1.      Mata uang harus stabil.
Perencanaan usaha yang sulit, munculnya para spekulan dengan kegiatan produksi yang menurun adalah akibat dari gejolak nilai mata uang. Bank sentral harus dapat menstabilkan harga sebagai sasaran kebijakan moneternya.

2.      Lembaga Keuangan yang handal.
Dapat diketahui bila lembaga keuangan sudah tidak mampu lagi memobilisasi dana serta tidak dapat rnenyalurkan ke sektor-sektor produktif maka sistem ekonomi pasar tidak dapat berjalan baik. Oleh karena itu Bank, Lembaga Keuangan non Bank dan  pasar modal harus sehat.

3.      Pasar Kompetitif.
Pelaku ekonomi nasional harus mampu bersaing secara lnternasional. Perlu dicatat sebelumnya bahwa kebijakan dan peraturan pemerintah malah lebih banyak menghambat persaingan sehat, karena mungkin dimaksudkan untuk tujuan lain tetapi berdampak negatif terhadap proses persaingan sehat.

4.      Birokrasi berfungsi baik
Aparat birokrasi yang tidak berfungsi baik akan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat sehari-hari. Boleh saja kita mengadakan Reformasi aparatur pemerintah baik pusat maupun daerah, supaya praktek-praktek pengelolaan disektor publik dapat diperbaiki.

Dari uraian diatas butuh kekuatan pemerintah untuk bekerja lebih giat dalam  menjaga ke-4 Agenda bidang Ekonomi tersebut.


B.   DIPLOMASI MENUJU GI.OBALISASI

Pentingnya kemampuan diplomasi akan merubah sikap pasif yarg dapat menghilangkan peluang serta keterpaksaan menerima kepurusan yang tidak sesuai dengan kepentingan kita.
Pemerintah Indonesia harus meningkatkan diplomasi dibidang ekonomi, baik diplomasi keuangan, diplomasi perdagangan maupun diplomasi bantuan luar negri. Banyak forum-forum kerjasama yang mesti dimanfaatkan oleh Indonesia untuk rnenggalang komitmen dan posisi bersama contohnya saja ASEAN. ASEAN telah merumuskan posisi bersama yang menampung dengan baik perspektif negara berkembang.

Bahkan ada usulan penyatuan mata uang di forum ASEAN+3 (ASEAN + Cina, Jepang, Korsel ) dengan sasaran menbentuk dana bersama ASEAN MONETARY FUND guna membantu anggota yang menghadapi krisis. Demikian juga kerjasama dibidang keuangan dan perbank-kan, Indonesia sudah berpartisipasi dalam forun BIS (Bank of International Settlements ) yang berperan sebagai perumus standar perbankkan Intemasional

Dari uraian diatas berarti sistem ekonorni global dapat dipetakan menjadi pilar yaitu IMF untuk bidang moneter, Bank Dunia unruk lnvestor, WTO untuk perdagangan dan PBB untuk bidang sosial.

Diplomasi Indonesia harus dapat memetik secara maksimal agenda Internasional yang berwawasan global tersebut, karena dengan globalisasi proses merambatnya suatu sistem sangat cepat dan kuat. Contohnya krisis keuangan dari manapun asalnya akan menjadi krisis dunia dalam sekejap.

C.   KESIMPULAN

Pertama, Globalisasi bukan hal yang baru karena merupakan bagian dari sejarah kemajuan ekonomi dari negara maju ke negara-negara yang siap menerima manfaat dimasa depan tergantung masyarakat tersebut dapat mengelola dan mengarahkannya. Sistem yang dilahirkan oleh proses globalisasi adalah sistem ekonomi pasar nasional ke tingkat Internasional.

Kedua, Manfaat globalisasi membuka pergaulan antar bangsa. baik berupa perdagangan, teknologi, perpindahan penduduk dan tenaga kerja, tetapi ada perangkat yang harus dipersiapkan karena globalisasi juga mempunyai resiko, yaitu mampu atau tidak siapnya negara yang bersangkutan.

Oleh karenanya negara harus membangun institusi pendukung sistem ekonomi pasar, agar dalam forun lnternasional kita dapat memainkan peranan khususnya menggalang kerjasama dengan negara yang mempunyai kepentingan sama.

Ketiga, Perangkat kelembagaan dan kebijakan harus dibangun untuk mendukung pilar sistem ekonomi pasar yaitu lembaga keuangan yang handal, birokrasi yang bertungsi baik, mata uang stabil dan pasar yang mampu berkompetisi.

No comments:

Post a Comment

isi yaaa ^^